Hemh. .ada satu
pelajaran yang tertinggal dari waktu SD. Yaitu saat aku kelas 6, lebih tepatnya
saat kelulusan. Saat itu aku diharuskan untuk berpidato di depan teman-teman
dan para walinya. Kenapa? Takdir? Ya takdir, karena lulusan terbaik dan nem
tertinggi. Aduh, teman-temanku waktu SD dulu pasti ngerti aku ngapain saat itu.
Aku dulu adalah orang pendiam dan pemalu. Dan saat disuruh pidato, first time
and show to the many audience. Wow..gugupnya minta ampun.. dan apa yang aku
lakuin? Berpidato sambil gerak-gerak ga jelas gitu. Dan setelah itu aku belajar
bahwa aku tak hanya butuh kepintaran dan perilaku baik saja, tapi aku juga
butuh aktualisasi diri. Show yourself to each other. Dan sejak saat itu aku
berusaha memperbaiki sikapku itu sedikit demi sedikit.
Masa-masa putih
merah sudah terlewati, berganti kemasa-masa putih biru. Masa dimana remaja yang
baru lahir dari kandang anak-anak. SMP ku SMPN 1 Bangsal. Ndeso. Haha tapi
keren meskipun areanya sekolahnya kecil tapi siswanya menggapai cita-cita yang
besar. Trust it. Aku bangga dengan SMPku.
Oke kita mulai
mengarungi sungai perjalanan SMPku ( SMPku belakangnya sungai, sering mandi
disitu. .wkwk ) SMP, sekolah Menengah pertama. Era between of child and
adolesence age. Jadi bingung dong. Waktu SMP pastilah bertemu dengan banyak
teman. Dan sebagian teman SDku masih jadi bagian dari itu.
Awal cerita,
setelah mengikuti berbagai tes dari SMP akhirnya aku dimasukkan kedalam kelas
bilingual yang katanya 2 bahasa dalam mengajar tapi real tidak begitu. Hanya
bukunya yang 2 bahasa itupun cuma beberapa mata pelajaran. Dari situ aku
belajar bahwa, kita harus menyampaikan hal itu apa adanya tanpa
melebih-lebihkan. Dan di kelas itu berkumpul anak-anak yang hebat. Disaat aku
merasa hebat SD dulu tapi ternyata ada yang lebih hebat dari aku. Di dunia ini
diciptakan manusia, manusia adalah makhluk yang sempurna, semua hebat tapi
kehebatan itu tersembunyi dan disaat kita mau berusaha membuktikan kehebatan
yang tersembunyi itu, maka muncullah dan juga sebaliknya jika kita
malas-malasan maka diri yang hebat ini akan lemah dan kehebatanmu akan terus
tersembunyi. Berbagai pengalaman yang sering terjadi waktu SMP membuat diriku
enjoy menjalani hidupku saat ini. Berbagai pesan dari guruku terutama Pak
Sutris ( guru bahasa jawa ) yang sering memberikan ceramah maupun doa-doa yang
membantuku semakin mengenal islam. Bu Endah ( Guru IPS ) membantuku mengasah
leadership yang baik. Pak Nur ( Guru Komputer ) yang membantuku belajar IT. Pak
Rizal ( Guru Conversation ) yang mengajarkanku english yang baik. Bu Nanik (
Guru Matematika ) yang sering perhatian padaku dan mengajarkanku matematika.
Dan guru-guruku yang lain yang telah membangunku. Terima kasih banyak.

Oke pertama
dari berbagai temanku itu. Yang rajin suka baca buku, belajar dll. Dari mereka
aku belajar bahwa dalam mencapai kesuksesan dalam belajar tidak ada hal yang
instan seperti mie goreng. Mempersiapkan lebih awal lebih baik daripada
kelabakan di akhir. Kemudian dari temen yang Alim, aku belajar bahwa iman tak
hanya di mulut saja. Tapi iman ditetapkan dalam hati, diucapkan dengan lisan
dan dientrepetasikan dalam perbuatan. Ikut mengaji dengan mereka dan memang
membuat tenang. Lalu yang suka ngegame, aku belajar bahwa hidup sebagai seorang
pelajar tak harus melulu belajar, tapi ada kalanya kita harus menyenangkan
diri, membuat diri kita nyaman dan membuat otak kita relax. Dari temen yang
ngeband, aku belajar bahwa seni itu indah. Dan bernyanyi adalah salah cara
menghilangkan stres, dan dari situlah aku bisa belajar keyboard. Kemudian yang
nakal, ada waktu dimana diri kita dikuasai oleh nafsu negatif. Dan salah
satunya mereka, apa itu takdir mereka? Aku belajar bahwa, lingkungan juga
mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang. Dan kenapa aku berteman dengan
mereka? Karena aku ingin tau apa penyebab mereka seperti itu? Dan kebanyakan
mereka tidak diperhatikan oleh orang tua. Jadi pelampiasannya ya ngerokok, ada
bahkan yang minum miras, berantem dll. Mungkin untuk merubah mereka sangat
sulit tapi setidaknya yang aku lakukan hanyalah sebatas mengingatkan. Yang
penting diriku tidak masuk ke dalam hal negatif itu.
Selanjutnya,
ekskul yang aku ikuti. Pramuka, asyik. Bisa jalan-jalan kegunung buat tenda,
njelajah dan hal menarik lainnya. Dari
pramuka aku belajar banyak dari pembinaku yang gonta-ganti tapi yang kuingat (
Kak Mu’i ). Aku belajar kekompakan, kerjasama, berbagi, mencintai alam dan kepemimpinan.
Dan syukur menjadi anggota dewan penggalang serta meraih juara perkemahan. Lalu,
ekskul sepak bola. Namanya juga sepak bola, olahraga yang paling aku suka. Jadi
ya pasti ikut. Disitu aku bertemu dengan teman-teman yang hebat dalam bermain
bola. Namun seperti yang dulu, aku diperbolehkan orang tuaku hanya sebatas
ikut. Ya gapapa lah. Kemudian ekskul karate, aku baru dengar itu waktu SMP.
Katanya sih buat bela diri. Ya akhirnya aku ikut aja, buat jaga-jaga sapa tau
ada yang macem-macem. Dan ternyata asyik juga. Dari situ aku belajar bahwa,
kekuatan fisik dibutuhkan juga selain kekuatan pikiran. Dan didalam tubuh yang
sehat pasti ada jiwa yang kuat. Jadi selain bisa membela diri aku juga bisa
membuat badanku tetap bugar. Tapi sayangnya ekskul karate Cuma 1 tahun lebih,
gatau kenapa dihapus. Sedih banget.ekskul yang terakhir OSIS. Ikut OSIS, wih
keren katanya, tapi biasa aja sih. Haha. OSIS merupakan wadah siswa dan
penyambung antara siswa dan guru. Dulu aku seksi B, pokoknya tentang pendidikan
pancasila dan bernegara gitu. Di OSIS aku bertemu dengan orang-orang memiliki
jiwa kepemimpinan yang mantap. Aku belajar hal itu. Di OSIS juga diajarkan
bagaimana cara memanager suatu acara ( meskipun di SMP masih dibantu guru )
tapi itu sangat berguna. Aku senang berada di lingkungan seperti ini, aku bisa
belajar banyak dan membangun caracter ku.
Saat SMP juga
aku belajar arti takdir kebutuhan. Apa itu? Allah akan memberikan apa yang kita
minta jika memang itu dibutuhkan oleh kita dan memang baik untuk kita. Jadi
waktu SMP, aku minta HP ke ayahku tapi tidak dikasih. Setelah itu ada olimpiade
matematika berhadiah HP, dan alhamdulillah aku berhasil dapat juara dan dapat
HP baru. Haha
Lalu, setelah
lulus SMP aku ingin SMA beasiswa Sampoerna. Tes pertama lolos, alhamdulillah
cita-cita membahagiakan orang tua mulai terwujud dalam hatiku. Tes kedua tidak
lolos. Lha, Allah berkehendak lain. Mungkin SMA beasiswa itu tidak baik bagiku
dan ada cara lain yang dipersiapkan Allah untukku membahagiakan orang tuaku.
Jadi jangan salahkan kegagalan, jadikan pelajaran. Jangan salahkan takdir
Allah, jadikan ketaqwaan.
Kehidupan
remaja SMP yang baru baligh, tak lepas dari C I N T A. Ya gitu lah. Tapi masih
cinta monyet, tapi monyetnya lebih besar. Haha. Dan di SMP lah aku menemukan
perempuan yang aku suka. First love bahasa kerennya. Haha. Dia temenku sekelas,
namanya rahasia. Itu dari kelas 1 SMP, wow masih kecil udah suka cewek. Tapi
aku ga berani ngungkapinnya, aku pendam rasa suka itu hingga aku naik kelas 2
SMP. Tapi saat aku kelas 2 SMP, aku beranggapan dia gasuka denganku. Kemudian
cerita lain datang, waktu aku jadi panitia MOS, adik kelasku minta nomerku. Dan
ternyata aku malah dikenalin sama kakak sepupunya. Dan dimulai lah awal kenalan
dan lain-lain. Aku tau namanya, alamatnya dll. Namanya Si A aja deh. Rumahnya di Surabaya. Dan
sekolahnya di Petra. Mulai smsan,telponan, dengerin musik bareng dll. Tapi ga
pernah ketemu ( Dunia Maya ) cuma bisa lihat foto di friendster dan kirim” MMS,
mau ketemu sih tapi jaraknya. Dan awalnya aku gatau kalau dia Noni ( Non Islam ).
Tapi setelah dia cerita bahwa dia Noni aku kaget awalnya dan seterusnya aku
nanya tentang keluarganya dll. Dan akhirnya kita lose contact. Dari situ aku
belajar bahwa dalam memilih istri nantinya yang pertama adalah agamanya.
Cerita yang
kedua, masih tentang cinta-cinta monyet. Temenku sekelas menyukaiku. Namanya si
B. Aku taunya dari temenku. Dan karena namanya masih baru baligh, suka hal-hal
seperti itu aku mulai perhatiin dia. Ternyata dia sahabat dari first love ku
tadi. Aku tidak memikirkan hal itu. Aku pun pacaran sama dia. Awalnya dari
Mxit. Tapi karena aku memang masih suka yang first love tadi jadi ya
setengah-setengah. Maafkan aku ya,,maaf. Dari situ aku belajar bahwa mencintai
seseorang jangan dijadikan alat untuk pelampiasan. Harus tulus. Dan dari situ
malah situasi semakin sulit, ternyata first love ku itu juga menyukaiku. Aduh
mati aku. Dari situlah awal berbelitnya cerita. Mereka yang awalnya bersahabat
menjadi berjauhan. Dan situasiku malah sulit disisi kiri aku masih berhubungan
dengan si B dan sisi kanan first love ku ternyata suka padaku. Galau deh. .haha
Dan akhirnya
aku memutuskan Si B. Dengan pertimbangan bahwa daripada aku menyakiti dia
karena sejak awal memang aku belum tulus. Dan untuk si first love awalnya aku
mencoba mendekati dia dan kita dekat tapi karena memang ada hal yang lebih
penting maka aku memutuskan untuk tidak mendekati kedua. Aku mengajak ngobrol
mereka satu persatu, disitu aku mengakhiri cerita pelik itu. Dan dengan
berjalannya waktu merekapun kembali bersahabat. Aku senang dan bahagia. Aku
belajar satu hal dari kejadian ini bahwa cinta tak dapat dipaksakan dan
persahabatan itu lebih penting. Karena sahabat kita bisa berbagi apapun tapi
kalau pacar apapun kita bisa bagi. Think again.
Setelah
kejadian itu, aku bertemu lagi dengan seseorang. Kakak kelasku. Sebut saja si
C. Kita dekat. Pernah makan eskrim bareng. Haha. Tapi kok kakak kelas ya? Tua
dong. Tapi itu Cuma sebentar. Karena kita lost contact sejak dia lulus SMP.
Dari yang bentar ini aku belajar bahwa dalam cinta tak pandang usia, meski
berapapun rentang waktu kalian nantinya jalani saja karena jodoh dari Allah
kita tidak tahu jodoh kita lebih tua atau lebih muda dari kita yang penting
kita bisa nyaman dengan orang tersebut.
Setelah mbak
cantik. Aku dikenalkan oleh temenku dengan anak pesantren. Dalam pikiranku wah
ini calon yang baik. Agama oke wajah oke kerudung oke. Haha. Oh iya, namanya si
D deh. Haha Dan disitulah kita mulai komunikasi. Karena pesantren jadi
aturannya ketat. Jadi cara berkomunikasi lewat surat-menyurat. Kembali ke masa
jadul. Jadi setiap kali pulang sekolah aku mengambil surat dari dia dan paginya
aku kasih balah. Di batu belakang warung deket sekolahku. .haha lucu banget.
Mengenal satu sama lain. Tapi aku merasa lebih baik dijadikan sahabat curhat.
Lebih oke. .;-) dari dia aku lebih belajar tentang agama islam dan cinta tak
harus memiliki.
Inilah cerita singkat
hidupku semasa SMP. .setidaknya bisa jadi pelajaran buat kalian yang
membacanya. .:-)
Bersambung. . .
Bersambung. . .
0 comments:
Post a Comment